Dec 24, 2022

, ,

Mulai Investasi Lebih Awal dengan Nanovest untuk Masa Depan yang Lebih Baik



***

Beberapa waktu lalu, saat sedang makan siang di kantin, tiba-tiba salah seorang temanku berceletuk, “Kalau bisa memilih kalian ingin lahir sebagai anak tunggal, sulung, tengah atau bungsu?”

Dan ternyata 4 dari 6 orang temanku lebih memilih posisi sebagai anak bungsu. Katanya kalau jadi di si bungsu pasti akan selalu dimanja dan mendapat limpahan kasih sayang dari orang tua maupun kakak-kakaknya.

Jawabannya, bisa jadi ya, bisa juga tidak. Ini tergantung mereka lahir di keluarga seperti apa kan?

But, sebagai anak bungsu, aku merasakan hal yang mereka idam-idamkan tadi sih. Hanya saja mereka tidak tau kalau di saat yang sama aku juga dihantui oleh dilema yang begitu besar.

Jujur saja aku menjadi ketergantungan karena diperlakukakan istimewa saat kecil. Namun, ketika dewasa aku dihadapkan pada kenyataan bahwa aku kuliah di saat usia orang tuaku sudah tidak lagi produktif sehingga sebagian besar biaya kuliahku harus ditanggung oleh kakak.

Meski kakak bersedia mencukupi biaya kuliah dan kebutuhanku yang lain, aku tetap tidak bisa menghilangkan perasaan tidak enak dan berhutang.

Tapi aku juga tidak bisa menyalahkan orang tuaku. Semasa muda mereka hidup di zaman di mana belum mengenal teknologi, sehingga belum pula mengenal macam-macam produk keuangan apalagi aset-aset investasi.

Lalu sekarang kenyataan yang harus diterima, bahwa ternyata menabung saja tidaklah cukup untuk membangun financial yang aman di masa depan jika tidak dibarengi dengan investasi.

Berawal dari Pertanyaan Sederhana, Menyadarkanku Pentingnya Menabung dan Investasi Sejak Usia Muda

Bermula dari pertanyaan simple tadi, “Kalau bisa memilih kalian ingin lahir sebagai anak tunggal, sulung, tengah atau bungsu?” akhirnya menyisakan sedikit perasaan mengganjal dalam hatiku.

Ketika nanti aku menjadi orangtua akan kah aku mampu untuk tidak mengestafetkan tanggung jawabku kepada anak sulung atau anak yang lahir lebih dulu?

Well, anggaplah secara financial seorang kakak mampu menanggung biaya pendidikan adiknya, tetapi di sisi lain hal itu menimbulkan perasaan tidak nyaman bagi sang adik, karena menyisakan perasaan tidak enak dan berhutang.

Atau kemungkinan lain, sebenarnya anak pertama juga merasa terbebani, sebab ia harus mengesampingkan mimpi-mimpinya demi membiayai pendidikan sang adik.

Dan dilema sebagai adik inilah yang sedang aku rasakan. Saat ini aku sedang menempuh pendidikan profesi. Sebagai anak kos aku tidak bisa sebebas teman-temanku yang bisa dengan mudah melapor kepada orang tuanya ketika uang saku mereka telah habis.

Di tengah padatnya jadwal kuliah dan tugas-tugas yang menumpuk, aku harus memikirkan kapan waktu yang tepat untuk meminta uang saku kepada orang tua dan kapan kepada kakak, juga berapa jumlah yang sepantasnya aku minta kepada orang tua dan berapa kepada kakak.

 

Belajar dari pengalaman pribadi, aku akhirnya menyadari bahwa kemampuan yang dimiliki seseorang pasti ada batas waktunya.

Hari ini kamu mungkin merasa bisa hidup 50 tahun lagi, tapi apa yang akan terjadi di masa depan tidak bisa kamu prediksi kan?

Sekarang coba pejamkan matamu sejenak, lalu bayangkan bagaimana kehidupan yang kamu idamkan di masa depan!

Jika kamu memimpikan financial yang aman, bukankah itu harus dibangun sejak kamu masih muda?

Maka dari itulah, kamu harus terlibat dengan menabung dan investasi untuk mewujudkan impianmu menjadi kenyataan.

 

Memahami Perbedaan Nyata Antara Menabung dan Investasi

Menabung dan investasi merupakan 2 strategi yang dibutuhkan untuk mencapai keamanan finansial di masa depan. Dengan menabung dan investasi sejak usia muda kamu akan menyadari perbedaan nyata antara menabung dan investasi. 

Menabung

Menabung berarti menyimpan atau menyisihkan uang di suatu tempat dengan tujuan untuk digunakan nanti ketika membutuhkan. Menabung adalah strategi yang cocok dipilih untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek sesuai target dan tujuan awal kamu menabung. Misalnya menabung untuk membeli gadget, motor, umroh, liburan dan sebagainya.

Dengan kata lain, hasil dari kegiatan menabung bisa kamu ambil kapan saja ketika target dan tujuan kamu sudah bisa terpenuhi dari hasil tabungan tadi.

Investasi

Investasi merupakan kegiatan menggunakan uang untuk membeli aset atau penanaman modal ke sebuah perusahaan dengan tujuan untuk memperoleh lebih banyak keuntungan di masa depan. Investasi adalah strategi bijak untuk memenuhi keperluan jangka panjang, seperti biaya pendidikan anak, dana pensiun, mengembangkan usaha dan sebagainya.

Namun, perlu diketahui bahwa ketika berinvestasi kamu tidak bisa mengambilnya kapan saja seperti halnya menabung. Sebab, kamu harus melalui proses jual-beli terlebih dahulu. Lama proses ini tergantung jenis aset apa yang kamu miliki.

Tetapi tenang aja, saat ini sudah banyak kok instrumen investasi yang bisa diperjual belikan dalam waktu singkat, salah satu contohnya adalah aset crypto.

Pembeda utama

Nah, yang menjadi pembeda terbesar dan paling berpengaruh dari menabung dan investasi adalah tingkat keuntungan dan risikonya.

Dari segi keuntungan, ketika menabung kamu hanya akan memperoleh hasil sesuai dengan jumlah yang berhasil kamu kumpulkan. Bisa juga mendapat keuntungan tetapi hanya 0.25-3 persen jika kamu menabung di bank.

Beda halnya dengan investasi yang dapat memberi keuntungan lebih besar karena dana yang kamu investasikan akan terus berkembang. Tidak menutup kemungkinan dalam waktu tertentu hasil yang kamu peroleh bisa meningkat 2 kali lipat bahkan lebih.

Namun, jika dilihat dari segi risiko, selain biaya administrasi, menabung akan membuat uang yang kamu simpan tergerus inflasi. Sementara investasi menawarkan kemungkinan antara untung atau rugi. Sayangnya jumlah kerugian dari investasi bukan suatu hal yang bisa dipastikan.

Inilah alasan kuat kenapa selain menabung kamu juga harus berinvestasi sejak muda sekalipun dengan modal yang relatif minim. Sebab, kamu punya waktu dan skill yang dibutuhkan untuk belajar, sehingga kamu dapat menghindari kesalahan maupun memperbaiki kesalahan yang tidak berhasil kamu hindari ketika kamu berinvestasi.


Sederet Pelajaran Berharga Soal Pentingnya Investasi Sejak Muda dari Drama Reborn Rich

Investasi memang bisa membawa risiko, tetapi tidak berinvestasi justru lebih banyak mendatangkan risiko. Pandangan ini aku dapatkan setelah menonton drama berjudul Reborn Rich.

Drama ini bercerita tentang Yoon Hyun-Woo, pegawai kepercayaan Soonyang Group tapi justru dikhianati dengan cara dibunuh oleh pewaris Soonyang Group. Ia kemudian kembali ke masa lampau dan terlahir kembali sebagai Jin Do Joon, cucu pemilik perusahaan Soonyang Group, dengan ingatan dan kemampuan berpikir dari masa depan.

FYI, drama ini bergenre fantasy jadi jangan bingung saat kamu membaca alur cerita seperti di atas ya.

Lanjut, saat masih anak-anak Do Joon mendapat kuis dari kakeknya yang bernama Jin Yang-Cheol. “Ada pepatah berbunyi, udang diremas sampai mati saat dua paus berkelahi. Apa menurutmu ada cara udang mengalahkan paus?” dan jawaban Do Joon, “Cara udang melawan paus adalah dengan membuat udang lebih besar, maka udang tidak akan mati di tengah pertarungan paus.”

Karena Do Joon tahu jawabannya, kakek pun bertanya berapa uang sebagai hadiah yang Do Joon inginkan? Layaknya orang dewasa Do Joon mengaku tidak membutuhkan uang karena saat ia dewasa nilai moneternya akan jatuh.

Lalu berbekal ingatan dari masa depan, Do Joon menunjuk sebuah titik pada peta, meminta sebidang tanah di daerah terpencil yang membuat kakek tertawa. Namun, siapa sangka ketika Do Joon menginjak usia 20an, kemajuan luar biasa terjadi di daerah itu hingga membuat Do Joon mendapatkan penghasilan pertamanya senilai 24 juta dollar.

Oh ya, impian terbesar Do Joon yang tidak seorang pun ketahui adalah membeli Soonyang Group untuk membalaskan dendamnya terhadap pewaris perusahaan yang membunuhnya di kehidupan sebelumnya.

Do Joon kemudian menukar semua uang di rekeningnya menjadi dollar dan ikut bersama ayahnya pergi ke pasar film di New York. Di sana Do Joon bertemu dengan Oh Se-Hyun seorang ahli investasi yang bekerja di perusahaan investor besar di Amerika Serikat.

Perbedaan usia di antara mereka sama sekali bukan penghalang bagi keduanya untuk menjadi rekan kerja. Lewat 24 juta dollarnya tadi Do Joon membuat investasi berisiko pada Amazom (pelesetan dari Amazon.com) pada tahun 1994 yang memulai bisnisnya dengan berjualan buku. Keputusan ini awalnya sempat ditentang oleh rekannya.

Tak disangka, perusahaan tersebut berkembang hingga menghasilkan keuntungan berkali-kali lipat yaitu sebesar 900 persen.

Tak lama setelah itu, kejadian dunia yang belum pernah dialami atau dibayangkan oleh siapapun terjadi, yaitu krisis valuta asing. Celakanya, tidak ada satu orang pun di negara tersebut yang telah bersiap atas kejadian ini kecuali Do Joon. Berkat investasi yang telah dia mulai sebelumnya, Do Joon pun menjadi salah satu pemegang dollar Amerika terbanyak di negaranya.

Tidak menyia-nyiakan kesempatan, di tengah krisis nasional, lewat perusahaan investasinya Do Joon mulai menyusun rencana untuk membeli satu persatu anak perusahaan Soonyang Group. Sehingga ketika ekonomi negara kembali pulih, Do Joon bisa menjadi pemegang saham terbesar di Soonyang Group, mengalahkan pewaris utama perusahaan tersebut. 

Pelajaran berharga dari drama Reborn Rich

Menurutku drama ini menyampaikan banyak pelajaran berharga, yaitu tentang hal buruk yang tidak dapat diprediksi dan dibayangkan oleh siapapun, tentang membangun keamanan finansial, juga tentang upaya mewujudkan impian di masa depan.

Di mana untuk mewujudkan impiannya, tokoh utama dalam drama tersebut telah mulai berinvestasi sejak muda. Bahkan saat teman-temannya yang lain menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dan menikmati hidup sebagai anak orang kaya, Do Joon justru menghabiskan waktunya untuk belajar investasi bersama rekannya Oh Se-Hyun.

Drama Reborn Rich ini juga memberikan gambaran apa dan bagaimana jadinya jika kita berinvestasi di masa muda dan masa dewasa akhir.


Investasi Usia 20an Vs Investasi Usia 36an

Anak muda usia 20an umumnya adalah orang-orang single yang memiliki pemikiran terbuka dan terorganisir serta telah berkembang secara mandiri dalam menentukan masa depannya.

Sementara kaum dewasa akhir biasanya adalah orang-orang yang telah menikah dan memiliki keluarga kecil. Dari segi pemikiran mereka lebih dewasa dan berhati-hati dalam menjalani kehidupan sebab mereka sedang melalui masa baik dan buruknya kehidupan yang dijalani saat ini.

Melihat dua kondisi yang berbeda di atas, bisa dipastikan permasalahan yang mereka hadapi pastinya juga berbeda. Maka, memulai investasi di masa muda dan dewasa akhir tentu akan menghasilkan gambaran yang berbeda pula jika dilihat dari berbagai sisi.

1. Bunga Majemuk

Kamu mungkin sudah tidak asing dengan 7 keajaiban dunia. Tapi pernah kah kamu mendengar istilah keajaiban dunia ke 8?

Aku mengutip kata-kata Albert Einstein yang jika diterjemahkan bunyinya adalah, “Keajaiban dunia ke delapan. Bagi yang memahami cara kerjanya, akan mendapatkannya. Bagi yang tidak memahami cara kerjanya, akan membayarnya.”

Sederhananya begini, ketika menginvestasikan uang kamu akan dapat keuntungan dari pertumbuhan majemuk, yaitu mendapatkan bunga dari bunga. Artinya kamu akan mendapatkan bunga yang diperoleh dari jumlah investasi pokok dan bunga yang diperoleh dari waktu sebelumnya.

Semakin awal kamu berinvestasi maka semakin besar pula jumlah bunga majemuk yang akan kamu hasilkan, begitupun sebaliknya. Dengan konsep ini, bisa dipastikan kamu akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar di masa depan jika memulai investasi di usia muda dibanding dewasa akhir.

2. Kesempatan Belajar dan Memperbaiki Kesalahan

Setiap dari mereka yang memulai investasi membutuhkan waktu untuk belajar menganalisis dan memahami pasar. Jika kamu mulai berinvestasi di usia 20an, maka kamu akan memiliki waktu yang lebih panjang untuk belajar dan memperbaiki kesalahan. Sebab kamu masih punya banyak waktu untuk memulihkan kerugian atau dampak yang ditimbulkan.

Namun, tentu akan berbeda bila kamu baru mulai berinvestasi di usia 36an. Sebab, jika kamu melakukan kesalahan hingga menimbulkan kerugian, hal ini dapat berpengaruh pada tanggung jawab lain dalam kehidupan keluarga kecilmu. Misalnya mengganggu biaya pendidikan anak, dana darurat untuk anggota keluarga, ataupun tanggung jawab keuangan lainnya.

3. Kesempatan Mengambil Risiko

Sekali lagi, anak muda berusia 20an memiliki garis waktu yang lebih panjang dibanding orang dewasa akhir berusia 36an. Sehingga para kaum muda memiliki kesempatan untuk mengambil lebih banyak risiko, sebab jika kamu masih muda kamu mungkin tidak membutuhkan uang dalam jumlah besar hingga bertahun-tahun mendatang.

Namun, jika kamu sudah berada di masa dewasa akhir, tentu kamu akan berpikir puluhan kali untuk mengambil beberapa investasi berisiko tinggi.

Dengan kata lain, mulai investasi di usia muda kamu akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengeksplorasi pilihan tanpa menimbulkan dampak yang berarti bagi kehidupanmu. Di kesempatan lain, tidak menutup kemungkinan kamu juga akan bangkit dengan hasil yang meningkat secara signifikan.

4. Kemampuan di Bidang Teknologi

Berbagai kemudahan investasi saat ini tidak lepas dari pemanfaatan teknologi. Tuntutan memahami perkembangan teknologi terbaru bagi kamu yang berusia 20an tentu bukan hal yang sulit. Sebab usia ini merupakan puncak kemampuan seseorang dalam hal belajar.

Sebaliknya, usia tua kerap identik dengan menurunnya kemampuan belajar. Kita tidak bisa menyangkal bahwa ada beberapa aspek dalam diri manusia yang bisa merosot ke titik tertentu seiring bertambahnya usia.

Dua kondisi yang berbeda ini tentu akan berpengaruh pada kemampuan seseorang dalam belajar, termasuk di dalamnya memahami cara kerja berbagai teknologi baru yang diadopsi dalam aktivitas investasi saat ini.

 

So, gimana? Sampai di sini seharusnya tidak ada lagi alasan bagi kamu untuk menunda investasi ya?

Namun, jika di antara kamu ada yang merasa tidak memiliki cukup dana untuk berinvestasi, aku sudah menyiapkan solusinya di bawah ini.

Simak terus artikel ini sampai akhir ya.

Nanovest Aplikasi Investasi Aset Digital, Sahabat bagi Semua Kalangan

Sejatinya anak muda merupakan investor yang ideal karena mereka mengantongi modal yang tidak bisa dibeli dengan uang, yaitu waktu dan puncak kemampuan kognitif. Namun sebagian besar anak muda belum mencapai puncak karir atau penghasilan yang stabil.

Menjawab tantangan tersebut, Nanovest hadir menawarkan investasi aset digital mulai dari Rp. 5000. Menjadikan semua orang bisa berinvestasi baik mereka yang masih berstatus mahasiswa maupun sudah bekerja.

Nanovest di bawah naungan PT. Tumbuh Bersama Nano merupakan aplikasi investasi saham  dan crypto terpercaya yang berbasis di Indonesia.  Dengan tagline, “Grow Your Wealth, Your Own Way,” Nanovest berkomitmen menjadi platform investasi aset digital yang mudah, aman, dan terpercaya dengan pengalaman kelas dunia bagi investor di Indonesia.

Platform investasi aset digital ini didirikan pada tahun 2021. Meski merupakan platform yang terbilang masih baru, namun Nanovest telah berkembang pesat dan dipercaya lebih dari 5 juta orang untuk membeli, menjual dan mengelola sebanyak 2000+ aset crypto dan saham Amerika.

Saham Amerika yang bisa kamu beli di Nanovest seperti Intel, AMD, Microsoft, Google, Spotify, Tesla, Netflix dan masih banyak lagi. Kabar baiknya kamu bisa investasi saham Amerika tanpa komisi.

Sementara aset crypto terdiri dari Bitcoin, Cardano, Chainlink, Uniswap, Litecoin, Ethereum dan banyak lainnya. Nah, salah satu aset crypto yang paling tekenal di dunia adalah Bitcoin (BTC). 

Pada tahun 2013 diketahui harga Bitcoin masih sangat terjangkau yaitu berkisar 1.3 juta. Namun, siapa yang menyangka dalam waktu kurang dari satu dekade itu harga Bitcoin kini telah mencapai lebih dari Rp. 200 juta. Ini menjadi bukti kuat bahwa Bitcoin dan aset crypto lainnya bisa menjadi instrumen investasi yang menjanjikan keuntungan besar.

Tentu saja harga Rp. 200 juta + itu bukan lagi harga terjangkau bagi mayoritas masyarakat Indonesia. Namun, agar masyarakat Indonesia tetap memiliki kesempatan untuk berinvestasi aset crypto, Nanovest menghadirkan fitur yang membuat siapa saja bisa investasi kripto modal goceng.

Di mana lagi coba kamu bisa berinvestasi aset digital baik saham Amerika maupun aset cypto dengan modal ringan kalau bukan di Nanovest?


Sederet Alasan Nanovest Menjadi Aplikasi Investasi Aset Digital Terbaik

Tidak hanya menawarkan pilihan aset investasi yang beragam dan modal ringan yang dapat dijangkau oleh semua kalangan, Nanovest masih memiliki sederet keunggulan lain yang membuat aplikasi ini layak mendapat predikat aplikasi investasi aset digital terbaik di Indonesia.

1. Fitur Canggih

Nanovest memiliki sejumlah fitur canggih yang tidak hanya menawarkan kemudahan dalam berinvestasi, tetapi juga memudahkan kamu dalam mempelajari dan memahami seluk beluk investasi.

  • NanoAvatar

Fitur ini memberikan kesempatan kepada kamu untuk mengkreasikan avatar sesuai keinginan sehingga bisa dipastikan perjalanan investasimu akan semakin seru.

  • Nano+

Fitur ini memberikan suatu keuntungan bagi kamu para pengguna Nanovest dan NBT Hodler. Bahkan saat kamu membeli dan Staking NBT akan lebih menguntungkan karena kamu akan mendapat diskon spesial hingga 60% serta tawaran menarik lainnya.

  • NanoRace

Melalui fitur NanoRace kamu bisa mengikuti serangkaian kompetisi menarik seperti trading competition, referral program juga buy and stake. Ada total hadiah lebih dari Rp. 20 miliar yang menanti kamu lho.

  • NanoPlay

Berkat fitur ini dijamin kamu tidak akan bosan karena selain berinvestasi kamu juga bisa bermain game yang seru. Lagi-lagi Nanovest juga menawarkan hadiah menarik tanpa diundi karena hadiah akan diberikan kepada kamu yang berhasil menyelesaikan misi tertentu. Misalnya Check in Mission dan Top up Mission.

  • Nanobid

Sesuai namanya Nanobid merupakan fitur lelang pada periode tertentu untuk mendapatkan item yang disediakan Nanovest. Di mana kamu akan dimanjakan dengan beragam hadiah seru.

  • Nanolympics

Ini merupakan fitur kompetisi trading yang diperuntukkan bagi pengguna aplikasi. Kamu bisa mengajak teman untuk mengikuti lomba dan mendapatkan total hadiah sebesar Rp. 5 miliar. Adapun syaratnya kamu hanya perlu memiliki minimal 15 NBT.

  • NBT Staking

NBT Staking merupakan fitur unggulan Nanovest yang berfungsi untuk mengunci sejumlah NBT dalam jangka panjang untuk mendapatkan jumlah NBT lebih dengan staking minimal 15 NBT.

Adapun jangka waktu dan annual percentage rate-nya kamu bisa mendapatkan tambahan NBT sejumlah 8% dari jumlah yang telah dilock jika kamu menyimpan NBT selama 180 hari, 9% selama 365 hari, dan 10% untuk staking selama 730 hari. Menguntungkan banget kan?

  • Berita Terbaru

Dalam fitur ini disediakan berbagai artikel terbaru sehingga kamu bisa mendapatkan insight dan berita terbaru terkait saham Amerika maupun aset crypto. Berita-berita yang tersaji tentunya diambil dari berbagai sumber terpercaya di dunia seperti MarketWatch, The Motley Fool, Benzinga dan Blockchain Media.

2. Tempat Investasi Terpercaya

Nanovest memiliki tingkat keamanan data terbaik sehingga menjamin 100% keamanan kamu saat melakukan transaksi investasi aset digital. Ditambah Nanovest juga menggunakan sistem enkripsi terbaik. Tak hanya itu, broker-dealer partner Nanovest juga terdaftar di SEC & FINRA.

3. Transfer Aset Digital Sekejab Mata

Di Nanovest kamu bisa melakukan top-up dan tarik uang hanya dalam hitungan detik. Layanan ini berlaku selama 24 jam secara instan dan gratis, sehingga kamu bebas melakukan transfer uang kepada siapa pun tanpa batas.

4. KYC mudah

Proses KYC (Know Your Customer) di Nanovest sangat mudah tanpa harus mengisi form yang panjang. Kamu tidak perlu menunggu berhari-hari, melainkan cukup 1 menit untuk memverifikasi data secara digital.

5. Layanan Bantuan 24/7

Nanovest senantiasa mengutamakan kemudahan akses para penggunanya. Ketika kamu membutuhkan bantuan, customer Nanovest siap menjawab pertanyaan ataupun masukan yang kamu berikan selama 24 jam.

6. Memiliki Berbagai Legalitas dan Didukung Sejumlah Mitra Profesional

Nanovest terdaftar dan diawasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Di mana Nanovest dimonitor oleh KOMINFO, Bappepti, KAN (Komite Akreditasi Nasional), dan bagian dari Asosiasi Blockchain Indonesia, serta didukung oleh sejumlah mitra profesional yang memiliki reputasi baik. Salah satunya didukung oleh teknologi S-Quantum Engine dari Sinar Mas Financial Service.

7. Terdapat Dompet Saldo yang Dapat Diisi Ulang Secara Instan

Dengan Nanovest kamu bisa dengan mudah melakukan top-up melalui berbagai metode seperti virtual account Bank Sinarmas, BCA, BRI, BNI, Permata serta melalui dompet digital populer lainnya, yaitu OVO, DANA, dan Shopee. Dana yang kamu top-up inilah yang bisa kamu gunakan untuk membeli berbagai aset digital di Nanovest.


Akhir Kata

Kebiasaan menabung dan investasi tidak akan datang dengan sendirinya dalam diri seseorang. Ini merupakan kebiasaan yang harus dibangun secara disiplin sejak usia muda jika ingin menjadi seseorang yang sukses di masa depan.

Bisa dikatakan anak muda berusia 20an adalah investor yang ideal. Alasannya karena mereka memiliki modal yang tidak bisa dibeli dan ditukar dengan apapun, yaitu waktu dan puncak kemampuan berpikir. Meski sebagian dari kita mungkin belum memiliki penghasilan stabil tetapi kita tetap dapat berinvestasi dengan modal mulai dari Rp. 5000 di Nanovest.

Nanovest yang merupakan aplikasi investasi aset digital karya anak bangsa kini telah dipercaya oleh lebih dari 5 juta pengguna. Mereka adalah orang-orang yang memimpikan kehidupan finansialnya menjadi lebih baik.

Nah, lalu bagaimana denganmu? Apakah kamu sudah menjadi salah satunya? Kalau ya, selamat. Kamu telah selangkah lebih maju untuk menggapai finansial yang kokoh di masa depan.

*** 

Referensi:
1. Pengalaman pribadi.
2. Website resmi Nanovest (https://www.nanovest.io/).
3. Aplikasi Nanovest.  
4. Pina.id, Bunga Majemuk dan Keajaiban Dunia ke Delapan. (https://pina.id/classroom/detail/cari-tahu-keajaiban-bunga-majemuk-alasan-kenapa-kamu-harus-mulai-investasi-secepat-mungkin-rmanpye9sta)


Media pendukung:
Gambar yang digunakan dalam infografis diambil dari website dan aplikasi Nanovest serta beberapa lainnya diambil dari penyedia gambar gratis (Freepik) kemudian diolah kembali oleh penulis menggunakan aplikasi Photoshop.